Burnout Bekerja? Coba Cara-cara Ini Supaya Kembali Semangat

Self Development 01 October 2021

Familiar dengan istilah burnout? Dilansir dari Health Kompas, kondisi lelah secara mental yang rentan dialami oleh pekerja ini memiliki ciri-ciri 1) menarik diri dari orang terdekat, teman, keluarga. 2) Ajakan bertemu rasanya jadi beban, bukan hiburan. 3) Perubahan perilaku jadi lebih agresif dan kerap marah-marah tanpa alasan yang jelas 4) Merasa kehilangan diri sendiri atau tidak punya kemampuan untuk mengontrol hidup 5) Batin jadi kosong dan kerap cemas 6) Depresi atau hidup jadi tidak bermakna dan putus asa serta 7) Mental dan fisik mulai bermasalah. Sebelum berkembang menjadi dampak lain yang lebih serius, orang-orang yang dicurigai terkena burnout memang perlu mengkonsultasikan dirinya ke tenaga profesional. Namun, untuk pencegahan terjadinya burnout sendiri bisa kita lakukan demi kesehatan mental ketika bekerja. Berikut Conecworld telah merangkum beberapa cara yang bisa kamu coba untuk menghindari burnout.

  • Membuat Daftar Pekerjaan yang Akan Diselesaikan

Untuk mengefisiensikan waktu yang kamu pakai dalam menyelesaikan pekerjaan, kamu bisa mulai dengan membuat daftar to-do list beserta tingkat kepentingannya dengan skala prioritas. Stephen Covey membuat contoh yang sangat terkenal dalam bukunya, First Thing First, yaitu priority matrix yang mengelompokkan pekerjaan berdasar jarak waktu yang perlu dialokasikan dalam mengerjakan sesuatu beserta urgensinya. Berikut priority matrix yang dicontohkan oleh Stephen Covey:

Screen Shot 2021-10-01 at 09.12.34.png

Seperti keterangannya, Stephen menganjurkan orang yang menggunakan matrix ini untuk mendelegasikan tugas yang perlu diselesaikan dengan cepat namun tidak terlalu penting kepada orang lain, serta mengeliminasi pekerjaan yang tidak perlu diselesaikan secara cepat dan tidak juga penting. Sementara itu, ia menganjurkan orang untuk segera mengerjakan tugas dengan tenggat waktu sempit dan juga penting. Kamu bisa memakai cara ini untuk mengetahui seberapa banyak dan penting pekerjaan yang kamu lakukan dalam sehari sehingga tidak membuang-buang waktu.

  • Istirahat Sejenak Saat Mengerjakan Sesuatu

Kamu bisa memakai teknik pomodoro agar bisa lebih fokus dalam mengerjakan tugas-tugasmu. Teknik ini menekankan pada istirahat yang dilakukan di sela-sela pekerjaan dengan klaim bisa membuat fokus lebih baik. Hal ini disebabkan oleh focus span manusia dewasa yang tidak lebih dari 30 menit berturut-turut, maka teknik pomodoro menganjurkan agar kita melakukan pekerjaan selama 25 menit lalu mengambil jeda 5 menit, begitu seterusnya hingga pekerjaan kita selesai.

Screen Shot 2021-10-01 at 09.12.52.png

  • Memastikan Diri Benar-benar Beristirahat di Hari Libur

Step ini lumayan tricky, apalagi bila kamu memiliki rekan kerja yang kerap menghubungi untuk menyelesaikan pekerjaan tambahan di akhir pekan. Namun, kamu bisa melakukan step ini dengan mematikan seluruh notifikasi dari pekerjaan dan fokus untuk beristirahat saja selama hari libur. Hal lain yang bisa kamu lakukan adalah menghubungi rekan kerja tersebut dan memberitahunya agar tidak menghubungimu kecuali urusan urgent. Mengapa hal ini penting? Karena, dilansir dari Mayo Clinic, penyebab terbesar dari burnout adalah work life balance yang tidak seimbang dan jam kerja yang panjang dan kurang jelas.

  • Mencari Kegiatan Baru

Poin terakhir ini bisa kamu lakukan di hari libur. Kamu bisa mencari kegiatan baru dengan mengikuti kegiatan relawan, mengingat-ingat hobi masa kecil, aau melihat tren kegiatan yang sedang ramai dicoba orang-orang lain. Selain bisa membuat bahagia, kamu juga bisa memperluas relasi dengan bergabung ke komunitas-komunitas kegiatan yang kamu ikuti. Seru, ‘kan?

Itu dia hal-hal yang bisa kamu lakukan dalam menghindari burnout, semoga selalu semangat mencari cuan, ya, Conectizen!

Bagikan artikel ini