Tips Membangun Tim yang Solid Demi Kesuksesan Bisnis

Business 11 October 2021

Dalam membangun bisnis, proses pembentukan tim merupakan hal krusial yang harus diberikan perhatian khusus. Alasannya adalah agar pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan nantinya dapat dikerjakan dengan baik, efisien dan sesuai target. Tentu poin-poin tersebut tidak akan dapat tercapai apabila tim tidak dibentuk dengan bijak.

Membentuk tim membutuhkan keterampilan khusus yang tidak dimiliki semua orang. Oleh karena itu, Conecworld telah mengkompilasikan tips agar Conectizen dapat membangun tim demi pengembangan bisnis yang lebih baik. Dicek, yuk!

  • Mempelajari Teori Dasar Rekrutmen dan Pengembangan Karyawan

Membentuk tim untuk menjalankan bisnis bukanlah hal yang main-main. Agar bisnis kamu dapat berjalan dengan baik, kamu pun perlu belajar tentang bagaimana cara merekrut dan mengelola karyawan dengan benar. Ada banyak workshop maupun buku yang bisa kamu ikuti atau baca untuk mempelajari hal ini. Dilansir dari Forbes, kamu bisa mulai membaca buku-buku berikut:

  1. Back to Human: How Great Leaders Create Connection in the Age of Isolation karangan Dan Schawbel; buku ini mengupas tentang cara membangun koneksi dengan orang lain di masa modern dan cara membantu sebuah tim agar dapat berjalan selaras dalam mencapai tujuannya.
  2. Great Leaders Have No Rules: Contrarian Leadership Principles to Transform Your Team and Business karangan Kevin Kruse. Bukan langsung bilang bahwa pemimpin seharusnya tidak punya aturan, Kevin menyarankan pembaca buku ini untuk berpikir out of the box dan mengadopsi gaya pemimpin maverick-like demi keeratan dalam tim.
  3. The Making of a Manager: What to Do When Everyone Looks to You karangan Julia Zhuo. Buku ini berisi how-to yang membantu manajer maupun pemilik bisnis untuk membentuk tim yang solid dan bekerja dengan menerima kekurangan-kekurangan yang mungkin dimiliki rekan kerja di dalam tim.
  • Bentuk Kultur yang Kuat

Kebiasaan-kebiasaan kerja yang khas perlu kamu terapkan dalam bisnismu untuk membentuk sebuah kultur kerja. Kamu bebas memilih dan menerapkan kultur apa saja yang kamu rasa cocok dengan tujuan bisnismu. Ada beberapa kultur yang umum dikembangkan baik oleh perusahaan established maupun startup, yaitu:

  1. Strong leadership; pada kultur ini, ada banyak kegiatan pengembangan karyawan dengan tujuan membentuk karyawan sebagai pemimpin di masa depan, seperti mentorship, coaching program, hingga leadership training. Manajer-manajer mengusahakan agar teman setimnya dapat memimpin diri sendiri. Biasanya, best employee pada perusahaan dengan kultur ini akan dipromosikan ke jabatan yang lebih tinggi.
  2. Empowerment; pada kultur ini ditekankan bahwa pekerjaan yang dilakukan oleh masing-masing individu sebagai karyawan adalah hal penting dan berarti, tidak kalah dengan pimpinan mereka.
  3. Task-oriented; pada kultur ini, biasanya karyawan-karyawan dikelompokkan ke dalam tim kecil dan bertujuan untuk menyelesaikan sebuah masalah atau berkolaborasi untuk membuat sebuah terobosan maupun acara baru.
  4. Mission-driven; kultur ini biasa digunakan oleh organisasi nirlaba (NGO). Orang-orang yang masuk ke dalam organisasi yang berkultur mission-driven biasanya direkrut atas kesamaan visi yang mereka anut dengan tujuan berdirinya perusahaan.
  • Percaya pada Insting

Tips terakhir ini terdengar seperti guyonan, namun perlu kamu perhatikan dalam proses rekrutmen maupun pengembangan karyawan. Kamu pasti diberkahi dengan rasa dan pada saat membentuk timlah kamu dapat merasakan adanya keinginan khusus untuk merekrut seseorang maupun menyadari bahwa seseorang di dalam timmu adalah orang yang patut dicurigai. Namun, perlu diketahui juga kalau kamu tidak bisa sembarangan menggosip seseorang hanya karena instingmu berkata ia bukan orang baik-baik. Intinya, kamu tetap harus bisa profesional, tapi jangan pernah mengabaikan perasaanmu sendiri.

Apabila kamu masih merasa kesulitan untuk membangun, mengembangkan dan mengelola tim bagi bisnismu, kamu selalu bisa menghubungi Conecworld untuk sesi konsultasi, lho. Yuk, kapan lagi coba?

Bagikan artikel ini