Tips Menjaga Siklus Keuangan Agar Dompet Tetap Sehat! Cari Tau Kemana Uangmu Pergi

Self Development 09 September 2021

Di jaman sekarang ini siapa sih yang tidak suka berbelanja? Kebanyakan orang, khususnya kaum milenial sudah menganggap perilaku konsumtif sebagai hal yang biasa dan sudah mendarah daging. Padahal sebenarnya kebiasaan ini sangat tidak baik apabila dilakukan secara tidak terkontrol. Secara logika, perilaku konsumtif akan membuat kita menjadi boros, sehingga tanpa sadar uang kita akan habis dalam waktu yang singkat.

Saat ini sedang trend istilah “Self Reward”, dimana seseorang menghamburkan uangnya secara sadar dengan kedok memberikan hadiah atas kerja keras diri sendiri. Trend ini sebenarnya tidak salah, namun eksekusi yang berlebihan dapat menjadikan trend ini sebagai habit yang buruk. Kebiasaan ini pun dapat berdampak buruk bagi kesehatan finansial di masa depan.

Sebagai solusi, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kondisi finansial agar tetap stabil dan menghindari overspending money. Cara tersebut dikenal dengan Money Management atau Manajemen Keuangan. Secara harfiah Manajemen Keuangan merupakan suatu cara untuk mengatur keuangan, mulai dari pemasukan sampai dengan pengeluaran. Pengeluaran yang dimaksud disini pun bukan hanya uang yang dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan hidup, namun juga termasuk uang untuk ditabung dan uang darurat.

Merencanakan pengeluaran merupakan langkah awal yang bisa diterapkan dalam Money Management. Rencana ini dibuat agar pendapatan kita dapat teralokasikan dengan baik dan seimbang. Caranya adalah dengan mempresentasikan 100% pendapatan menjadi beberapa bagian sesuai dengan kebutuhan, misalnya seperti 50% untuk biaya hidup, 30% untuk ditabung dan 20% untuk dana darurat. Namun, akan lebih baik apabila dapat membagi pendapatan tersebut secara lebih terperinci seperti untuk biaya rumah tangga (listrik, air, wifi), biaya makan, biaya self reward, tabungan pensiun, tabungan menikah, dana darurat kesehatan, dana kebutuhan mendesak, dan lain sebagainya.

Apabila sudah selesai dengan rencana pengeluaran, hal berikutnya yang dapat dilakukan adalah memisahkan uang untuk biaya hidup dan dana darurat dengan tabungan. Hal ini ditujukan agar uang tabungan tidak terusik dan tidak ikut digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Akan lebih efektif apabila terdapat rekening tersendiri untuk menyimpan uang tabungan yang sudah disisihkan agar tidak bercampur dengan uang lainnya. Dengan begitu, pemantauan uang akan lebih mudah untuk dilakukan dan tidak keluar dari rencana yang sudah dibuat sebelumnya.

Yang terakhir adalah menambah pemasukan. Langkah ini dapat diterapkan apabila dari perencanaan yang sudah dibuat sebelumnya, didapati bahwa antara pendapatan dan pengeluaran sangat pas-pasan. Hal ini bisa saja terjadi, namun masih bisa untuk diatasi. Yang perlu diperhatikan adalah meskipun pas-pasan, menyisihkan pendapatan untuk tabungan dan dana darurat sangatlah penting bahkan sekecil apa pun itu. Kalaupun tidak bisa untuk memperkecil biaya hidup, maka carilah penghasilan tambahan sebagai modal tabungan dan dana darurat. Dengan menerapkan Money Management, masa depan keuangan akan menjadi lebih terjamin.

Bagikan artikel ini