• Blog
  • Biografi
  • Biografi Mohed Altrad, Anak Gurun Suriah yang Menjadi Miliuner di Perancis

Biografi Mohed Altrad, Anak Gurun Suriah yang Menjadi Miliuner di Perancis

Biografi 27 April 2022

Perjuangan yang ditempuh Mohed Altrad untuk menjadi miliuner di Perancis tidaklah mudah. Ia adalah pengusaha imigran yang sukses tercatat dalam 1000 miliuner Forbes 2018. Awalnya, ia adalah anak Badui yang tinggal di hamparan padang pasir. Perjalanan heroiknya yang bagaikan sebuah novel patut untuk kita simak bersama.

Masa Kecil di Suriah

Mohed Altrad dilahirkan di gurun Suriah, di tengah suku Badui. Ia tidak tahu pasti kapan tanggal lahirnya. Tetapi, ada waktu dimana ia mengundi untuk menentukan tanggal lahirnya, dan hasilnya jatuh pada tanggal 9 Maret 1948. Ibunya adalah perempuan miskin yang mengalami pemerkosaan oleh pemimpin suku yang mengakibatkan lahirnya Altrad. Ibunya meninggal ketika Altrad masih anak-anak. Altrad dikembalikan kepada neneknya dan tidak boleh mengenyam pendidikan. Ia dituntut untuk hidup nomaden dan menggembala kambing seperti anak-anak Badui lainnya.

Jauh di dalam hatinya, Altrad merasa iri kepada anak-anak di luar suku Badui yang mampu bersekolah. Beruntungnya, ada kerabat jauh ibunya yang mengadopsinya dan membawanya ke Raqqa. Kota ini tentu jauh lebih modern daripada daerah gurun. Ia berkesempatan untuk bersekolah hingga SMA di sana. Bahkan, nilai bagus menghiasi semua mata pelajarannya, sehingga mengantarkan ia untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Perancis.

Melanjutkan Pendidikan Tinggi di Perancis

Pada tahun 1969, Altrad berhasil mendapatkan beasiswa untuk program studi Fisika dan Matematika di Montpellier University. Ia tidak bisa berbahasa Perancis, bahkan dalam beberapa waktu sebelum keberangkatannya ke sana. Selama enam bulan penuh, ia menghabiskan waktu belajar bahasa Perancis bersamaan dengan pendidikan sarjananya.

Ia melanjutkan studi master di Paris dengan program studi Ilmu Komputer sembari bekerja part time sebagai insinyur pemula. Setelah itu, Altrad kembali menempuh pendidikan dengan mengambil gelar doktor (Ph.D) di bidang komputer dan lulus pada tahun 1980.

Berkarier dan Mendirikan Altrad Group

Sehabis lulus pendidikan doktor, Altrad bekerja di Departemen Informasi dan Teknologi di Abu Dhabi National Oil Company. Ia melihat prospek yang bagus untuk kembali ke Timur Tengah setelah melihat lowongan pekerjaan di Le Monde oleh Pemerintah Abu Dhabi.

Pada tahun 1985, Altrad memutuskan membeli perusahaan konstruksi yang hampir bangkrut bersama Richard Alcock, kawan lamanya di Abu Dhabi. Mohed Altrad sangat lihai dalam mengambil peluang, sehingga penjualan scaffolding dari perusahaan yang ia beli mampu mengantarkannya menjadi daftar miliuner dunia.

Ia menamai perusahaannya sekarang sebagai Altrad Group. Setidaknya, Altrad telah mempekerjakan 17.000 karyawan dari 100 negara di seluruh dunia. Perusahaannya telah menjalin 170 afiliasi, termasuk bersama Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Oman. Keuntungan pertahunnya bahkan mencapai 200 juta dolar. Kini, Altrad adalah jajaran konglomerat di industri konstruksi dengan kekayaan pribadi mencapai 2,5 miliar dolar atau sekitar Rp 37 tiliun.

Karya-karya

Altrad adalah imigran dari Timur Tengah yang menjadi minoritas di Perancis, tetapi berhasil sukses berkat kerja kerasnya. Ia adalah pemilik klub rugby Montpellier Herault Rugby yang menjadi juara Eropa di tahun 2015-2016. Selain dikenal sebagai pebisnis yang kaya raya, Altrad juga aktif menulis. Ia telah menerbitkan 3 novel, yaitu Badawi (2002), L’hypothese de Dieu (2006), dan La Promesse d’Annah (2012).

Hidup sebagai seorang Badui mengajarkannya untuk berusaha lebih keras dan mengambil keputusan dengan penuh keberanian. Hal ini tercermin ketika ia membeli perusahaan yang hampir bangkrut, tetapi mengubahnya menjadi raksasa di bidang scaffolding. Altrad merupakan seseorang dengan jiwa leadership yang tangguh. Ia menerapkan sistem desentralisasi pada perusahaannya, sehingga kultur di perusahaanya menjadi lebih baik.

Bagikan artikel ini

Artikel Terbaru Kami