• Blog
  • News
  • Inapro Expo 2021, Cara Kadin Dampingi UMKM Hingga Ekspor

Inapro Expo 2021, Cara Kadin Dampingi UMKM Hingga Ekspor

News 29 November 2021

120 stand UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) turut berpartisipasi dalam Inapro Expo 2021 di Grand City Surabaya. Inapro Expo 2021 kali ini bertema Local Product to Global Market.

Ketua Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Jatim, Andik Dwi Putranto mengatakan bahwa Inapor Expo 2021 merupakan rangkaian dari program Kadin Jatim. Rangkaian ini mulai dari pendampingan UMKM, kurasi hingga Ekspor Center.

"Di sini kita berikan (tempat, red) untuk ruang pamer untuk bisa menyemangati teman-teman UMKM memberikan optimisme teman-teman UMKM untuk bisa ekspor ke luar negeri dan bisa nasional, seluruh Indonesia," ujar Andik.

Ia mengatakan bahwa ekspor sangatlah penting dalam menambah devisa negara. Sebanyak 75 persen eksportir adalah UMKM.

"Ini tentu kita dorong supaya kualitasnya (produk, red) bagus, bisa diterima dan kompetitif di luar negeri," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid sangat mengapresiasi pelaksanaan Inapro Expo 2021 ini. Hal ini adalah untuk bisa membangkitkan ekonomi di Indonesia.

"Inapro ini hebat sekali, luar biasa, ibu (Gubernur Jatim, red) tadi mendorong ini semua, jadi bukan hanya jualan keluar tapi juga antar Provinsi itu luar biasa, jadi dengan demikian ini harus bisa dicontoh oleh semuanya dan harapnnya kita bersinergi menguatkan UMKM untuk nasional ataupun luar negeri," ujar Arsjad.

Di waktu yang sama, Gubernur Khofifah Indar Parawansa dalam sambutannya menyampaikan bahwa  ekonomi Jawa Timur saat ini menduduki posisi kedua setelah DKI Jakarta. Jawa Timur memberi kontribusi 14,45 persen terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) di Indonesia.

Sementara, 57,52 persen PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Jatim  berasal dari UMKM. Salah satu yang dilakukan Jawa Timur adalah melakukan misi dagang dari Provinsi ke Provinsi.

"Kita melakukan misi dagang dan investasi itu keliling dari provinsi ke provinsi InsyaAllah yang terdekat ini dan di tahun ini yang terakhir kita akan ke Ambon tahun depan kita akan mencoba mudah-mudahan terus melandai pandemi Covid-19 sehingga kita akan ke 12 titik," tuturnya.

Ia menyampaikan bahwa masyarakat Jawa Timur memiliki solidaritas  dan kreativitas tinggi dalam meningkatkan perekonomian di Jawa Timur. Dalam hal ini UMKM tak bergerak sendiri, ada yang menyediakan akses pasar, permodalan maupun yang lainnya.

"Tetapi bahwa banyak ruang diantara stakeholder yang ada sudah mencoba menyiapkan ekosistemnya seperti BI menyiapkan rumah kurasi, Disperindag Jawa Timur menyiapkan Pondok Kurasi Kemudian dari kadin menyiapkan tempat dimana LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) sudah menjadi bagian dari payung BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi)," tuturnya.

Khofifah sangat mengapresiasi Kadin Jatim karena telah menyiapkan tutor aksesor yang berkualitas untuk UMKM. Lalu dilanjutkan Kementerian Perdagangan yang menyiapkan Expo Center.

"Apa yang coba kita lakukan sebagai ikhtiar, tentu harapannya Local Product To Global Market ini menjadi sesuatu yang bisa memberikan harapan baru," tandasnya saat berada di Inapro Expo 2021.

Bagikan artikel ini

Artikel Terbaru Kami