• Blog
  • News
  • Inflasi Global Meningkat, Menko Perekonomian RI Sebut Laju Inflasi Indonesia 2021 Terkendali

Inflasi Global Meningkat, Menko Perekonomian RI Sebut Laju Inflasi Indonesia 2021 Terkendali

News 05 January 2022

TIMESINDONESIA, JAKARTAMenko Perekonomian RI Airlangga Hartarto menyebutkan laju inflasi Indonesia tahun 2021 tetap terkendali rendah dan stabil ditengah peningkatan inflasi global.

“Pencapaian realisasi inflasi tahun 2021 didukung oleh inflasi volatile food (VF) yang masih terjaga ditengah peningkatan inflasi administered prices (AP) dan masih terbatasnya inflasi inti,” ungkap Menko Airlangga dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (4/12/2021).

Airlangga menjelaskan, realisasi inflasi 2021 tercatat sebesar 1,87 persen (yoy) atau naik dari realisasi tahun 2020 sebesar 1,68 persen (yoy) serta berada di bawah kisaran target sebesar 3±1 persen (yoy).

Inflasi Indonesia relatif terkendali dibandingkan dengan beberapa negara yang terus mengalami peningkatan inflasi akibat supply-demand imbalance dan krisis energi, misalnya Singapura sebesar 3,8 persen (yoy), Euro Area sebesar 4,9 persen (yoy) dan Amerika Serikat sebesar 6,8 persen (yoy) pada November 2021.

“Inflasi yang rendah dan stabil merupakan prasyarat bagi pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan yang pada akhirnya memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Airlangga.

Dia mengungkapkan, secara bulanan inflasi Desember 2021 meningkat sesuai dengan tren musiman dengan realisasi sebesar 0,57 persen (mtm), yang dipengaruhi oleh pergerakan seluruh komponen inflasi dan merupakan angka tertinggi sepanjang tahun 2021.

Komponen volatile food (VF) pada Desember 2021 mengalami inflasi 2,32 persen (mtm) atau 3,20 persen (yoy) dengan andil 0,38 persen. Beberapa komoditas VF yang dominan menyumbang terhadap inflasi antara lain cabai rawit, minyak goreng, telur ayam ras, daging ayam ras, dan cabai merah.

“Secara tahunan, inflasi VF terjaga sesuai rentang sasarannya yang disepakati dalam High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Pusat (HLM TPIP) pada 11 Februari 2021 yakni dalam kisaran 3-5 persen (yoy),” kata Airlangga.

Komoditas lain yang cukup berperan penting menyumbang inflasi, lanjut Airlangga, adalah minyak goreng dengan total andil sepanjang 2021 sebanyak 0,31 persen. Semenjak Juli 2020, minyak goreng telah menunjukkan kenaikan harga sebesar 46,32 persen.

“Kenaikan harga CPO saat ini memang berdampak terhadap konsumen yaitu kenaikan harga minyak goreng sebagai salah satu turunannya. Namun di sisi lain juga memberikan insentif kepada kesejahteraan petani yang terlihat dari kenaikan Nilai Tukar Petani Perkebunan Rakyat (NTPR),” ujar Airlangga.

Menko Airlangga memperkirakan, ke depan tingkat inflasi tahun 2022 akan meningkat dibanding pencapaian tahun 2021. Permintaan domestik yang semakin pulih seiring bergeliatnya aktivitas ekonomi diperkirakan akan mendorong peningkatan inflasi.

 “Pemerintah juga terus memonitor imported inflation seiring tren kenaikan harga komoditas global dan normalisasi kebijakan moneter bank sentral dunia,” tutur Menko Perekonomian RI.

Bagikan artikel ini

Artikel Terbaru Kami