• Blog
  • Artikel
  • Inspiratif, Mahasiswa Pangandaran Sukses Tekuni Usaha Jual Beli Kacang Tanah

Inspiratif, Mahasiswa Pangandaran Sukses Tekuni Usaha Jual Beli Kacang Tanah

Artikel 21 January 2022

TIMESINDONESIA, PANGANDARAN – Seorang Mahasiswa Semester 3 Jurusan BKPI, Fakultas Tarbiyah STITNU AL-FARABI Pangandaran bernama Kiki Prima Rizki (23) sukses tekuni usaha jual beli kacang tanah.

Kiki merupakan warga Dusun Girikarya, Desa/Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Tekadnya menekuni usaha jual beli kacang tanah tersebut digagas sejak tahun 2020 saat masih duduk di Semester 2.

"Sebelumnya saya berjualan bubur ayam menggunakan gerobak selama 2 tahun," kata Kiki, Kamis (20/1/2022).

Setelah dua tahun menjual bubur ayam menggunakan gerobak lalu menggunakan motor. Namun Kiki melihat peluang lain yang lebih prosfek yaitu menjual jagung rebus manis dengan menggunakan motor. "Kalau harga bubur ayam satu mangkok Rp8 ribu dan harga jagung rebus manis juga sama Rp8 ribu," tambahnya.

Kiki mengaku, usaha barunya yaitu berjualan jagung rebus manis hanya 8 bulan dan akhirnya memiliki inovasi baru jual beli kacang tanah. "Usaha kacang tanah ini lebih menguntungkan dan hasilnya lebih banyak," jelas Kiki.

Diterangkan Kiki, dia merintis usaha jual beli kacang tanah melakukan survei ke setiap warung warga di perkampungan se Kecamatan Langkaplancar. "Kebetulan setelah survei belum ada pemasok kacang tanah, kemudian peluang itu saya ambil," terang Kiki.

Kiki menegaskan, dia memiliki langganan tetap warung yang menerima kacang tanah yang dijualnya hingga 150 warung. Dia juga dibantu dua orang pekerjanya yang membantu mengolah dan mengemas kacang tanah. "Setiap warung saya pasok 50 hingga 80 bungkus kacang tanah setiap minggu," tegas Kiki.

Harga jual satu bungkus kacang tanah seharga Rp1.700 dan warung menjual ke konsumen seharga Rp2 ribu. "Bahan baku saya beli dari bakul pengepul kacang tanah seharga Rp14 ribu per 1 kilogram," papar Kiki.

Jika diperhitungkan keuntungan yang didapat oleh mahasiswa Pangandaran ini dalam satu bulan mencapai Rp5 juta. "Setiap bulan modal untuk membeli dan mengolah kacang tanah mencapai Rp4 juta, tetapi hasilnya juga lebih menguntungkan mencapai Rp5 juta," pungkasnya.

Bagikan artikel ini

Artikel Terbaru Kami