• Blog
  • News
  • Properti di Gresik Makin Diminati, Pengembang Kini Incar Wilayah Utara

Properti di Gresik Makin Diminati, Pengembang Kini Incar Wilayah Utara

News 13 January 2022

Sucipto Wakil Ketua Persatuan Perusahaan Real Estate Indonesia (REI) Gresik menjelaskan alasan Kabupaten Gresik jadi lokasi paling banyak diincar masyarakat untuk membeli rumah.

“Gresik merupakan wilayah penyangga Kota Surabaya. Saat Surabaya sudah penuh, secara otomatis bergeser ke wilayah Gresik. Terutama Surabaya barat,” ujar Sucipto dalam program Wawasan Suara Surabaya, Rabu (12/1/2022).

Faktor lain yang memacu perkembangan properti di Gresik adalah Tol Sumo dan Jalan Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM). Terlebih di wilayah selatan yang dulunya mati suri, sekarang pengembang menyerbu ke sana. “Menganti sudah penuh, bergeser ke Kedamean sampai arah Mojokerto. Karena itu perlu dukungan dari Pemda membentuk infrastruktur Surabaya Raya, Gresik – Sidoarjo-Surabaya seperti rencana pelebaran jalan mulai Wiyung sampai Menganti,” kata Sucipto.

Ke depannya, ganti wilayah utara yang akan berkembang karena ada Tol KLBM yang tersambung ke JIIPE dan Tol Gresik-Lamongan-Tuban (Gelamban). Bahkan Manyar-Bungah sudah ditetapkan jadi kota kedua Kabupaten Gresik.

Menurut Sucipto, selama pandemi dua tahun terakhir, perkembangan properti stagnan, tapi mulai akhir tahun lalu mulai bergerak. “Penjualan rumah harga Rp500 juta ke bawah masih bagus. Kalau Rp500 juta ke atas yang masih lambat,” kata dia.

“Wilayah Gresik yang harga propertinya masih miring yaitu Manyar ke utara. Ujung Pangkah malah lebih miring lagi, harga rumah sekitar seratus jutaan. Kalau GKB harganya memang tinggi karena masih wilayah kota,” tambahnya.

Menyikapi luberan penduduk dari Surabaya, Kabupaten Gresik mulai menyiapkan infrastuktur yang lebih memadai. Contohnya, masalah air PDAM sudah mulai teratasi karena air bersih dari Umbulan sudah masuk ke kota. Ke depan untuk daerah Sembayat juga akan segera dibangun jaringan PDAM untuk supply Gresik utara.  Sementara untuk menyikapi luberan dari Sidoarjo, ada perencanaan membangun jembatan dari Sungai Brantas untuk mengurangi kepadatan.

“Kami berkolaborasi dengan pemerintah daerah, saling dukung mendukung, termasuk ada pengadaan makam umum di tiga titik. Selatan di Kedamean, tengah di Cerme, dan utara di Sidayu. Ke depan akan ada pemerataan dan pengembangan wilayah selatan dan utara. Jalan kembar Wiyung sampai Bringkang anggarannya insya Allah turun tahun ini,” ujar Sucipto.

Bagikan artikel ini

Artikel Terbaru Kami