• Blog
  • Artikel
  • Public Relations 101: Tips Menghindari Blunder di Media Sosial

Public Relations 101: Tips Menghindari Blunder di Media Sosial

Artikel 29 November 2021

Pernah mendengar tentang blunder? Bukan, kita tidak berbicara tentang istilah dalam catur, tetapi yang berarti kesalahan ceroboh dan bodoh yang harus kita hindari, terutama ketika kita dipercayakan untuk menangani media sosial suatu merek atau bisnis. Berikut tips menghindari blunder. Selamat membaca, Conectizen!

Selalu memiliki perencanaan konten yang solid

Nada suara apa yang Anda pilih untuk branding Anda? Santai atau lucu? Jenis visual apa yang menurut Anda paling cocok untuk merek Anda? Apakah minimalis atau psikedelik? Sudahkah Anda menghitung jadwal posting konten Anda?

Ketiga pertanyaan ini sangat penting untuk membangun perencanaan konten yang solid untuk media sosial Anda, bukan hanya karena audiens secara bertahap tidak akan lagi melihat Anda di timeline mereka jika kehadiran Anda tidak konsisten, tetapi juga dalam kasus terburuk, konten yang Anda posting, cara Anda membalas komentar, atau tanggapan Anda terhadap keluhan semuanya mungkin menjadi sumber utama kesalahan Anda sendiri.

Lakukan pengecekan ulang (atau bahkan tiga kali lipat! Empat kali lipat!) sebelum memposting sesuatu di media sosial

Saat Anda memeriksa ulang konten Anda, pastikan teksnya sesuai dengan nada merek Anda & tidak menyinggung, konten Anda tidak mengandung kesalahan fatal, dan tagar tambahan relevan. Ini penting karena setelah konten diposting, Anda tidak bisa begitu saja menghapusnya jika tidak seharusnya dilihat oleh audiens Anda. Ingatlah satu prinsip komunikasi yang sangat penting ini: komunikasi tidak dapat diubah; berarti Anda tidak dapat mengontrol efek dari sesuatu yang Anda lakukan atau katakan sebelumnya. Tentu Anda dapat memposting permintaan maaf, tetapi efeknya tidak pernah sama lagi. Ada followers yang sudah terlanjur merasa ilfeel, atau lebih buruk lagi, pemberitaan dari media sudah rilis mengenai blunder yang dilakukan oleh bisnis Anda. Duh!

Jangan menanggapi keluhan tanpa permintaan maaf yang tulus

Pernahkah Anda mengeluh ke merek atau bisnis tertentu dan mereka hanya membalas dengan pesan 'template monoton'? Tipsnya adalah: jangan pernah memakai template ketika membalas komentar baik pujian maupun keluhan sekalipun. Keluhan tidak pernah sama, baik itu nada pesan atau orang yang melakukannya. Permintaan maaf memiliki struktur yang harus Anda ikuti, sebagai berikut:

Kalimat pertama Anda harus berisi penyesalan yang tulus yang ditujukan kepada nama konsumen Anda, kemudian menjelaskan apa yang salah dan mengakui tanggung jawab Anda. Last but not least, tunjukkan rasa terima kasih kepada konsumen Anda bahwa mereka masih ingin mengatasi masalah mereka dan bisnis Anda akan selalu berusaha untuk memberikan kualitas pelayanan dan juga produk yang lebih baik.

Last but not least, selalu konsultasikan dengan PR Anda sebelum mengambil langkah serius lebih lanjut

Ini adalah hal penting yang harus dilakukan ketika Anda akan menanggapi feedback negatif yang Anda dapatkan dari media sosial. Ketika konsumen Anda memutuskan untuk menulis keluhan yang sangat panjang di depan umum, jangan langsung ditanggapi tanpa data dan ketulusan sama sekali. Jika Anda merasa tidak dapat menyelesaikan masalah ini sendirian, jangan khawatir karena tim Conecworld ada di sini untuk membantumu:)

Bagikan artikel ini

Artikel Terbaru Kami