• Blog
  • News
  • Realisasi Pendapatan APBD Jatim 2021 Tertinggi Nasional

Realisasi Pendapatan APBD Jatim 2021 Tertinggi Nasional

News 05 January 2022

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Meski masih berada di situasi pandemi Covid-19, realisasi pendapatan APBD Jawa Timur 2021 menempati peringkat pertama nasional yakni mencapai 103,97 persen. Dari target pendapatan sebesar Rp 32,9 triliun, sampai dengan 31 Desember 2021 telah terealisasi sebesar Rp 34,2 triliun.

Peringkat kedua ditempati Provinsi Gorontalo sebesar 102,28 persen. Sedangkan peringkat ketiga ditempati Provinsi Jawa Barat yakni sebesar 102,07 persen.

"Hal ini patut kita syukuri, karena di tengah pandemi Covid-19 yang belum juga berakhir kesadaran masyarakat untuk membayar pajak sangat baik," ungkap Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Rabu (5/1/2021).

Khofifah selanjutnya merinci realisasi pendapatan daerah Provinsi Jawa Timur.

Pendapatan Asli Daerah (PAD), ditargetkan sebesar Rp 17,1 triliun terealisasi sebesar Rp 18,9 triliun atau 110,50%, terdiri dari pajak daerah ditargetkan sebesar Rp 14,2 triliun terealisasi sebesar Rp 15,4 triliun, atau 108,25%.

Dengan rincian, Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) ditargetkan sebesar Rp 6,4 triliun terealisasi sebesar Rp 6,8 triliun atau 107,41%.

Kemudian Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) ditargetkan sebesar Rp 3,1 triliun terealisasi sebesar Rp 3,8 triliun atau 120,86%. Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) ditargetkan sebesar Rp 2 triliun terealisasi sebesar Rp 2,2 triliun atau 108,99%.

Selanjutnya Pajak Air Permukaan (PAP) ditargetkan sebesar Rp 30 miliar terealisasi sebesar Rp 38,4 miliar atau 128,03%, Pajak Rokok (PR) ditargetkan sebesar Rp 2,5 triliun terealisasi sebesar Rp 2,4 triliun atau 94,20%.

Retribusi Daerah ditargetkan sebesar Rp 110,3 miliar terealisasi sebesar Rp 110,6 miliar atau 100,33%, Hasil Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan ditargetkan sebesar Rp 404,5 miliar terealisasi sebesar Rp 408,6 miliar atau 101,03%.

Lain-lain PAD Yang Sah ditargetkan sebesar Rp 2,3 triliun terealisasi sebesar Rp 3 triliun atau 126,45%.

Kemudian kedua, Pendapatan Transfer ditargetkan sebesar Rp 15,6 triliun terealisasi sebesar Rp 15,1 triliun atau 97,12% dan Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah ditargetkan sebesar Rp 200,2 miliar terealisasi sebesar Rp 151 miliar atau 75,45%.

Dari ketiga sumber pendapatan daerah tersebut, lanjut Khofifah, PAD Jawa Timur mampu memberikan kontribusi terbesar terhadap pendapatan daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada tahun anggaran 2021, yaitu sebesar 55,23%.

Sementara belanja daerah, kata dia, dalam Perubahan APBD tahun anggaran 2021 direncanakan sebesar Rp 36,6 triliun, terealisasi sebesar Rp 33,7 triliun atau 92,14% yang terdiri dari belanja operasi, belanja modal, belanja tidak terduga serta belanja transfer.

"Saya berharap realisasi pendapatan daerah yang cukup strategis  ini dapat dibarengi peningkatan belanja daerah yang bersifat produktif, sehingga diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat dan menggerakkan pertumbuhan ekonomi daerah diberbagai sektor," imbuhnya.

Gubernur Jatim Khofifah optimistis dengan semakin melandainya kasus Covid-19 di Jawa Timur, ditambah tingkat vaksinasi yang terus meningkat maka pemulihan ekonomi di Jawa Timur dapat berjalan lebih cepat dan progresif.

Bagikan artikel ini

Artikel Terbaru Kami