Start Phase

Memulai dengan perhitungan yang tepat dan matang

  • What We Do
  • Pentingnya Analisis Kompetitif untuk Menemukan Keunggulan Bisnismu

About this Phase

Setelah semua perencanaanmu matang, poin selanjutnya adalah memulai bisnis itu sendiri. Mewujudkan mimpimu agar tidak hanya sekadar menjadi coretan di atas kertas saja. Lelah itu wajar, tapi bukan berarti harus menyerah. Tenang aja, sekarang kamu bisa kok, mengkonsultasikan kendalamu secara privat dengan para konsultan bisnis berpengalaman dari Conecworld!

Apply Your Business Licenses and Permits (Terapkan Izin Usaha-mu)
Set Your Marketing Strategies (Pasang Strategi Pemasaranmu)
Build Your Brand Identity (Bangun Identitas Bisnismu)
Build Your Dream Team (Bangun Tim Impianmu)
Create Your Aesthetic UI/UX Design (Buat Desain UI/UX-mu)

List of Services

Apply Your Business Licenses and Permits

Pernah menonton berita tentang perseteruan antara dua atau lebih perusahaan? Bisa jadi tentang pebisnis yang ditipu oleh sesama pendiri perusahaan, dua perusahaan yang memperebutkan hak kekayaan intelektual (HKI) dari sebuah desain logo perusahaan, bahkan klien yang tiba-tiba membatalkan kontrak dan tidak membayar sejumlah uang yang seharusnya dibayarkan, atau justru kamu pernah terpikirkan menjual suatu produk tapi terhalang perizinan perusahaan?


Dari narasi di atas, kamu mungkin sudah mendapat bayangan, apa yang sebaiknya kamu persiapkan ketika terjun ke dunia bisnis. Ya, izin usaha!


Ada beberapa aspek penting dalam bisnis yang perlu diberi landasan hukum lho, seperti:


1. Orisinalitas

Sebagian besar dari kalian pasti pernah, setidaknya satu kali, menandatangani surat orisinalitas, bukan? Baik itu, saat mengikuti lomba atau mengajukan skripsi. Tidak jauh berbeda dengan bisnis, orisinalitas gagasan bisnis juga perlu memiliki landasan hukum, sehingga penjiplakan bisnis bisa dipertanggungjawabkan.
2. Kekayaan Intelektual

Kekayaan Intelektual merupakan seperangkat hak eksklusif yang lahir dari kemampuan intelektual manusia. Karya-karya yang lahir dari kemampuan ini bisa berupa teknologi, ilmu pengetahuan, seni dan sastra. Sehingga, muncullah Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang secara garis besar terbagi menjadi dua bagian:

a. Hak Cipta

b. Hak Kekayaan Industri (Paten, Merek, Desain Industri, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu, Indikasi Geografis, dan Rahasia Dagang)

Dengan memiliki landasan hukum yang pasti, perusahaanmu bisa dilindungi oleh negara dari bentuk plagiarisme.
3. Kontrak

Membangun sebuah bisnis perlu dilandasi oleh kontrak yang resmi, bahkan bisnis keluarga sekalipun. Kontrak berfungsi mencegah timbulnya masalah di kemudian hari. Kontrak juga berfungsi untuk menentukan cara penyelesaian masalah dan bisa digunakan sebagai alat bukti jika terjadi perselisihan.


Landasan hukum dalam membangun bisnis amat diperlukan untuk menjamin keberlangsungan kegiatan bisnis itu sendiri, sehingga bisnismu dapat terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.


Kamu ingin bisnismu dilindungi langsung oleh negara, tapi terkendala dengan prosesnya? Jangan khawatir, konsultasikan masalahmu dengan konsultan bisnis berpengalaman dari Conecworld sekarang juga!

Set Your Marketing Strategies

Bicara mengenai strategi pemasaran tidak hanya mengenai bagaimana cara mendekati calon pelanggan, tapi juga tentang pemetaan tujuan usaha jangka pendek maupun panjang. Butuh riset untuk melihat hubungan dari apa yang diinginkan oleh calon pelanggan dan apa yang ditawarkan oleh perusahaan. Belum lagi, ada kompetitor-kompetitor lain yang turut hadir dalam persaingan tersebut.


Ada langkah sederhana yang dapat kamu lakukan untuk menentukan strategi pemasaranmu:


Perencanaan strategis berusaha menjawab tiga pertanyaan sederhana:

Di mana kita sekarang? (Analisis situasi)

Bisnis apa yang harus kita jalani? (Visi dan Misi)

Bagaimana kita harus sampai di target? (Strategi, rencana, tujuan, dan sasaran)


Untuk kamu yang baru memulai usaha, strategi pemasaran ini sangatlah krusial dan perlu penggodokan lebih lanjut dan Conecworld dapat membantumu dalam perancangan strategi pemasaran yang mumpuni dan sesuai target pasar.

Build Your Brand Identity

Tahu Nike dengan tagline just do it-nya yang terkenal, serta logo centangnya yang khas? Atau Apple yang diasosiasikan dengan elegansi dan eksklusivitas? Atau Google dengan Google Swag Box-nya? Secara garis besar, identitas brand yang kuatlah yang membuat merek-merek tersebut begitu dikenal di dunia. Dari nama yang catchy, tagline yang sesuai dengan visi misi perusahaan, serta merchandise khas yang menawan, semua harus dipikirkan oleh perusahaan agar mudah dikenal oleh masyarakat awam.


Ada banyak cara yang bisa dipakai sebuah usaha untuk memulai branding, dan Conecworld bisa kamu ajak diskusi mengenai bagaimana kamu ingin perusahaanmu dikenal oleh calon pelanggannya.

Build Your Dream Team

Apa yang ada di kepalamu ketika mendengar dream team? Dalam sebuah usaha, membangun tim yang solid merupakan sebuah keharusan karena tujuan-tujuan usaha tidak akan dapat tercapai apabila kita tidak memiliki tim yang baik. Ada beberapa aspek utama yang harus kamu pastikan dalam membangun dream team, yaitu:

Struktur Organisasi yang Jelas

Sebuah usaha tidak akan bisa berjalan dengan optimal ketika ada beberapa orang dalam tim namun tanpa struktur yang jelas. Ada berbagai jenis struktur organisasi, seperti struktur fungsional yang menitikberatkan pada fungsi masing-masing, struktur usaha yang menitikberatkan pada inovasi produk dan riset, serta struktur organisasi matriks yang menitikberatkan pada pengerjaan proyek jangka pendek yang hendak diselesaikan pada waktu tertentu. Kamu bisa menentukan struktur mana yang cocok dengan usahamu dengan melihat rencana jangka panjang perusahaan, lho.

Job description yang sesuai

Bayangkan perusahaan seperti tim sepakbola. Pelatih memiliki wewenang untuk menentukan pemain mana saja yang akan berlaga maupun duduk di kursi cadangan. Akan sangat aneh apabila pelatih ikut bermain ketika pertandingan berlangsung. Hal inilah yang perlu dijadikan cerminan dalam menentukan tanggung jawab pekerjaan kepada para pegawai. Kamu wajib memberikan job description yang tepat tanpa harus membebani karyawan agar alur kerja menjadi lebih efektif dan efisien. Bagaimana cara menentukan job desc?


Menurut Ardana et al (2012), Anda harus memperhatikan enam kriteria atau kualifikasi ini ketika menentukan job desc:


1. Sistematis

Terdiri dari komponen-komponen yang berfungsi dan tersusun dalam tata hubungan yang membentuk sistem sehingga mudah dipahami.

2. Jelas

Job desc dibuat menggunakan bahasa yang mudah dipahami sehingga bisa dengan mudah dimengerti oleh pembacanya dan tidak membingungkan.

3. Ringkas

Pilih dan gunakan kalimat yang singkat dan padat informasi sehingga tidak dibutuhkan waktu yang terlalu lama untuk membaca dan memahaminya.

4. Tepat

Menyajikan uraian yang memberikan pengertian secara tepat sehingga apa yang dimaksud tersampaikan.

5. Taat asas

Berisi kata-kata dan kalimat yang memberikan arahan dan maksud yang selaras serta tidak bertentangan satu sama lain.

6. Akurat

Tersusun secara teliti dengan memaparkan keadaan yang lengkap, tidak kurang atau lebih.


Penyusunan job description memang tidak bisa sembarangan, maka dari itu kamu perlu pertimbangan matang dan juga memperhatikan kualifikasi pegawai serta tujuan perusahaan ke depan. Nah, apabila kamu masih bingung dengan penentuan job description ini, Conecworld siap membantu kamu dan usahamu agar bisa berkembang lebih jauh lagi.


Target yang rasional (Key Performance Indicator)

Kita semua tentu pernah mendengar kisah Roro Jonggrang yang meminta agar Bandung Bondowoso membangunkan candi untuknya dalam kurun waktu semalam. Dalam dunia usaha, candi yang dibangun oleh Bandung serta tenggat waktu yang diberikan oleh Roro bisa disebut dengan Key Performance Indicator (KPI). Meski akhirnya berhasil dengan bantuan jin, KPI ini bisa dibilang tidak masuk akal. Untuk menentukan KPI, kamu harus menganalisis terlebih dahulu keadaan pasar, kekuatan yang dimiliki perusahaan, seberapa lama perusahaan telah berjalan, serta inovasi dan riset yang akan diluncurkan ke depannya. Dengan perhitungan ini, maka perusahaan bisa menentukan KPI yang rasional untuk dihadapi tim secara bersama-sama. Apabila kamu masih ragu untuk menentukan KPI yang pas untuk usahamu, atau sekadar ingin berkonsultasi mengenai KPI yang sedang berjalan, Conecworld selalu hadir untuk kamu mintai bantuan.

Create Your Aesthetic UI/UX Design

Apa yang ada di benakmu ketika mendengar kata UI/UX? Digitalisasi, berhubungan dengan aplikasi dan web? Tidak sepenuhnya salah, Conectizen. UI/UX bisa dikatakan sebagai wajah sebuah layanan yang akan memandu calon pelanggan untuk lebih memahami produk yang ditawarkan, hingga akhirnya membelinya. Beda antara UI dan UX pun perlu kamu pahami sebelum terjun ke bidang ini untuk memutakhirkan usahamu.


1. UI atau User Interface

Desain UI adalah lebih menekankan pada tipografi, gambar, dan elemen desain visual lainnya untuk mengubah interface dasar menjadi sesuatu yang dapat digunakan dan dipahami pengguna. Hal ini meningkatkan kegunaan produk dan menciptakan hubungan emosional antara pengguna atau calon pelanggan dan produk.

2. UX atau User Experience

Sementara itu, desain UX mengacu pada seluruh pengalaman yang dimiliki seseorang dengan produk Anda dari awal hingga akhir. Ini mencoba menjawab pertanyaan: Bagaimana saya dapat membantu orang mencapai tujuan mereka dengan cara yang paling sederhana dan tanpa kendala?


Dengan kata lain, desain UX berkaitan dengan ‘keramahan’ sebuah layanan atau produk yang ditawarkan kepada pengguna secara keseluruhan.


Di era seperti saat ini, penting bagi sebuah usaha untuk turut hadir pula di internet lewat adanya website resmi. Di sisi lain, penggunaan ponsel pintar pun sama masifnya sehingga mobile app menjadi sebuah keharusan penting bagi para penggunanya. Conecworld hadir dengan layanan UI/UX untuk memajukan bisnismu.

Interest with Our Services? Want to ask about us? Let us know you more!